Ekbis

Rusunawa Tahap Kedua Segera Dibangun Kota Malang

Editor : Muslim Ambari |Selasa , 25 Juni 2013 - 19:57:28 WIB | Dibaca : 452 Kali |

ilustrasi | Foto : ist

@IRNewscom | Malang : RUMAH susun sederhena sewa (Rusunawa) tahap kedua akan dibangun Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur di lokasi yang berdekatan dengan tahap pertama, yakni di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPU PPB) Kota Malang M Thoriq di Malang, Selasa (25/06), mengatakan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) tahap kedua itu dilakukan tahun ini juga.

"Pelaksanaan pembangunan diperkirakan akan tuntas akhir tahun depan. Saat ini sedang dilakukan penyusunan rencana detail (DED) yang akan dilanjutkan dengan persiapan teknis pembangunan," ujarnya seperti dilansir ANTARA.

Menurut dia, anggaran pembangunan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN), sehingga pelaksanaan tender rusunawa tersebut juga dilakukan di Jakarta oleh Satker Rusun Kementerian PU.

Lebih lanjut Thoriq mengatakan untuk lahan pembangunan rusunawa lima lantai dengan dua blok itu merupakan milik Pemkot malang seluas 8.000 meter persegi. Selain menyediakan lahan, Pemkot Malang juga menyediakan fasilitas jaringan listrik dan air.

Ia mengakui pembangunan rusunawa tahap kedua tersebut untuk menampung warga yang belum mendapat kesempatan menyewa di rusunawa tahap pertama yang sudah penuh. "Minat warga untuk menghuni rusunawa tahap pertama memang cukup tinggi, padahal kapasitasnya hanya 198 Kepala Keluarga (KK)," tegasnya.

Oleh karena itu, katanya, warga yang belum memiliki kesempatan menyewa rusunawa di Buring, dalam waktu dekat ini bisa mengajukan kembali untuk rusunawa yang bakal dibangun dalam waktu dekat ini di kawasan Buring juga.

Selain di Buring, katanya, nantinya juga akan dibangun pula di Jalan Bingkil atau kompleks Kantor Dinas PU, di Kasin serta di kawasan GOR Ken ARok Kedungkandang.

Sementara itu rusunawa di Buring dibangun di atas lahan seluas 2 hektare dengan kapasitar 198 unit. Setiap unit berukuran 24 meter persegi yang terdiri dari ruang tamu, satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan jemuran.

Warga yang berhak menyewa Rusunawa tersebut adalah mereka yang berpenghasilan kurang dari Rp2 juta atau yang bermukim di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Brantas.

Harga sewa rumah rusunawa tersebut masih dibahas untuk diundangkan menjadi peraturan wali kota. "Kalau usulan yang disepakati dulu sekitar Rp100 ribu/bulan," kata Thoriq. [amb]



BERITA LAINNYA :