Ekbis

Haleyora Power dan PELINDO II Bentuk Perusahaan Patungan

Editor : Irman Robiawan |Kamis , 04 Oktober 2012 - 21:52:23 WIB | Dibaca : 2363 Kali |

Penandatanganan MoU antara Dirut PT Haleyora Power, Feby Joko Priharto dengan Dirut PT Pelindo II (Persero), R.J. Lino di kantor Pusat Pelindo II, Jakarta, Kamis (04/10). | Foto: sb/IRNews.

@IRNewscom | Jakarta: MASYARAKAT di kawasan pelabuhan yang berada dibawah naungan PT Pelindo II, kini sudah tidak perlu khawatir dengan pasokan listrik di wilayahnya.

Pasalnya, PT Haleyora Power, anak usaha dari PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan perjanjian dengan  PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) untuk pendirian perusahaan bersama bidang penyediaan pasokan energi listrik di wilayah pelabuhan dan atau kawasan lainnya di Indonesia.

“Dengan kerjasama pembentukan perusahaan bersama ini, diharapkan pelayanan dan operasional pelabuhan menjadi lebih maksimal karena mendapatkan pasokan listrik yang berkualitas dan handal sehingga dapat ikut mendukung pertumbuhan perekonomian nasional,” kata Direktur Utama PT Haleyora Power, Feby Joko Priharto usai penandatanganan dokumen berita acara, di kantor Pusat Pelindo II, Jakarta, Kamis (04/10).

Feby mengatakan pihaknya bersama Pelindo II siap melakukan sinergi untuk membentuk anak usaha bersama dalam memberikan pelayanan pasokan listrik untuk kawasan pelabuhan dan atau kawasan lainnya di Indonesia.

“Kami siap bersinergi dengan Pelindo II dalam membentuk perusahaan patungan ini, terutama dalam penyediaan pasokan energi listrik yang berkualitas dan handal di kawasan pelabuhan, utamanya yang dikelola oleh Pelindo II,” ujar Feby.

Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), R.J. Lino berharap bahwa dengan telah ditandatanganinya kesepakatan bersama ini, maka proses pembentukan perusahaan bersama untuk menangani penyediaan pasokan listrik, khususnya di kawasan pelabuhan yang berada dibawah naungan pihaknya dapat segera diwujudkan dalam waktu secepatnya.

“Agar segera dipersiapkan dengan sebaik-baiknya proses administrasi dan aspek teknis operasional lainnya dalam pembentukan perusahaan patungan ini, sehingga perusahaan dapat segera beroperasi dan bersama kita persiapkan masuk ke bursa 2 atau 3 tahun ke depan,” harap Lino.

Untuk membentuk perusahaan patungan tersebut, diperlukan modal dasar perusahaan sebesar Rp 600 milyar. Modal yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut sebesar Rp 150 milyar atau 25 persen dari modal dasar. PLN memiliki saham sebesar 45 persen, sedangkan Pelindo II sebesar 55 persen. Untuk mengelola perusahaan patungan tersebut, akan dibentuk dewan direksi yang terdiri dari direktur utama, direktur keuangan, dan SDM, serta direktur operasi dan Niaga. [sb-8]



BERITA LAINNYA :