Hukum & Kriminal

12 Narapidana Rutan Wates Terima Remisi

Editor : |Sabtu , 17 Agustus 2013 - 10:29:41 WIB | Dibaca : 273 Kali |

Foto: Ist

@IRNewscom I Kulon Progo: SEBANYAK 12 narapidana Rutan Klas IIB Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat remisi umum peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Rutan Klas IIB Wates Syamsir Alam di Kulon Progo, Sabtu(17/08) mengatakan 12 narapidana yang mendapat remisi terdiri dari remisi umum I sebanyak 11 narapidana, remisi umum II atau remisi bebas hukuman satu narapidana.

"Besaran remisi mulai dari satu bulan sebanyak delapan orang, dua bulan sebanyak tiga bulan, dan tiga bulan untuk satu orang. Di antara penerima remisi tersebut satu orang langsung bebas," kata Syamsir.

Menurut Syamsir besaran remisi 17 Agustus yang diterima oleh narapidana tergantung dari tingkat kelakukan mereka selama menjalani masa hukuman. Selain itu, narapidana yang mendapatkan remisi 17 Agustus dinyatakan telah memenuhi syarat administratif.

"Antara lain ada putusan vonis, berita acara pengadilan dan berkelakuan baik minimal 6 bulan untuk narapidana umum dan minimal sepertiga untuk narapidana khusus," kata dia.

Dia mengatakan jumlah penghuni Rutan Wates sebanyak 53 orang, terdiri 21 orang narapidana, dan tahanan 32 orang.

"Jumlah penghuni Rutan Wates sudah memenuhi standart. Tidak ada kelebihan penghuni," kata dia.

Sementara Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan pemasyarakatan merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan dalam tata peradilan pidana.

Fase inilah, menurut Amir, negara berkewajiban membentuk narapidana dan anak didik pemasyarakatan menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi lagi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, berperan aktif dalam pembangunan dan hidup wajar sebagai warga yang baik serta bertanggung jawab.

"Sampai saat ini pemasyarakatan masih menjadi sorotan publik, maraknya penyalahgunaan telepon genggam, peredaran narkoba, dan pungutan liar, serta terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban seperti kerusuhan, pemberontakan dan pelarian," kata dia.

Selain itu, kata Amir, kondisi lapas atau rutan yang kelebihan penghuni memberikan dampak terhadap menurunnya kualitas layanan pemasyarakatan di lapas/rutan dan menciptakan kondisi kurang ideal. Sementara itu, jumlah petugas dan penguni tidak sebanding, maupun kemampuan anggaran dan ketersediaan sarana prasarana yang tidak maksimal.

"Hal ini berakibat rendahnya kualitas layanandan menimbulkan ketidapuasan penghuni ataupun masyarakat bahkan sampai dengan kerusuhan," katanya.

Amir berharap seluruh jajaran pemasyarakatan peka terhadap lingkungan, situasi dan kondisi baik di dalam lapas atau rutan maupun masyarakat, bangun komunikasi penghuni maupun masyarakat, tingkatkan pengawasan dan mengurangi kehidupan menyimpang dan peredaran narkoba di dalam lapas atau rutan.

"Seluruh jajaran pemasyarakatan untuk memperkuat integritas, komitmen dan konsisten dalam melaksanakan tugas, Kami akan menindak tegas kepada petugas yang telah terlibat langsung maupun tidak langsung dalam hal peredaran narkoba," kata dia.[ant-14]



BERITA LAINNYA :