IndonesiaRayaNews.com - Lugas, Tanpa Basa Basi
  |  

Internasional

Marie Pangestu ke Inggris dan Irlandia Bicarakan Masa Depan WTO

Editor : Berto Riyadi |Jumat , 22 Maret 2013 - 08:06:44 WIB | Dibaca : 484 Kali |

Foto: Ilustrasi

@IRNewscom | London: MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, mengadakan lawatan ke Inggris dan Irlandia guna membahas masa depan dari sistem perdagangan multilateral Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), awal pekan depan.

Di London, Inggris, Mari Pangestu bertemu Menteri Negara Perdagangan dan Investasi Inggris, Lord Green, dan Menteri Negara untuk Pembangunan Internasional, Alan Duncan, kata Sekretaris Satu Penerangan, Sosial dan Kebudayaan (Pensosbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Heni Hamidah pada Jumat (22/3).

Selain ke London, Marie Pangestu juga mengunjungi Irlandia yang menjabat Kepresidenan Uni Eropa untuk enam bulan pertama 2013.

Ia bertemu pula dengan Menteri Tenaga Kerja dan Inovasi, Richard Bruton, dan Menteri Negara Pariwisata dan Olahraga, Michael Ring.

Saat di di London, Marie Pangestu juga menyampaikan kuliah umum di London School of Economics (LSE) mengenai sudut pandang Indonesia terhadap WTO. Kemudian, ia bertemu kelompok parlemen (APPG) untuk perdagangan dan investasi dan APPG untuk Indonesia.

Menurut Heni, Marie Pangestu membahas perkembangan bilateral antara Indonesia dan Inggris maupun Irlandia, perkembangan regional, dan keadaan saat ini dan masa depan dari sistem perdagangan multilateral WTO berkaitan berakhirnya masa jabatan direktur jenderalnya, Pascal Lamy, pada 31 Agustus 2013.

Menteri Pangestu adalah salah seorang di antara empat tokoh yang menjadi calon Direktur Jenderal WTO. Jika ia terpilih, maka Mari Pangestu akan menjadi wanita pertama yang memegang posisi puncak sejak didirikannya WTO.

Dalam beberapa minggu terakhir, ia sudah menyampaikan visi dan misi kepada Rapat Umum Dewan WTO di Jenewa, serta memenuhi undangan perwakilan anggota WTO.

Mari juga dijadwalkan mengunjungi Washington DC, Beijing, Brussels, Paris, Berlin, Warsawa, Budapest, Moskow, Dubai, Abidjan, Abuja, Kairo, Stockholm, Rabat dan Kopenhagen dalam rangka berbagi komitmennya untuk mengintegrasikan setiap negara dalam sistem global perdagangan. [ant]



BERITA LAINNYA :