Kesehatan

Penyakit Asma Meningkat Drastis di Asia

Editor : Risnawati Avin |Jumat , 29 Maret 2013 - 19:01:54 WIB | Dibaca : 2935 Kali |

Foto: Ilustrasi

@IRNewscom I Jakarta: DALAM kurun waktu 15-30 tahun terakhir, peningkatan penyakit asma di dunia terbilang signifikan. Khususnya di negara-negara Asia, seiring dengan kian buruknya kualitas udara di negara-negara tersebut.

Efek peningkatan penyakit asma ini tanpa disadari membawa dampak buruk. Diantaranya, penurunan etos dan produktivitas kerja masyarakat, meningkatnya angka tidak masuk sekolah, menurunkan kualitas hidup seseorang, serta meningkatnya angka risiko perawatan dan kematian di Rumah Sakit.

Hal itu diungkapkan dr Indira Suwita, Sp A ketika dihubungi IRNews, Jumat (29/03). Pada sebuah studi khusus penyakit asma yang dilakukan International Study of Astma and Allergies in Childhood (ISAAC), yang dilakukan pada anak setingkat SMP, didapatkan hasil bahwa dari semua anak-anak yang disurvei 64 persen memiliki gejala asma.

Sementara, berdasarkan data dari RSCM, pasien-pasien yang berobat di poliklinik Alergi Penyakit Dalam menunjukkan 64 persen pasien tidak terkontrol asmanya, 28 persen terkontrol baik, dan 5 persen terkontrol sangat baik. ’’Tapi sepertinya pemerintah belum secara khusus memberikan perhatian khusus akan bahaya penyakit asma,’’ ujar dokter yang berpraktek di RS Mutiara, Jakarta itu.

Padahal, asma tidak bisa dianggap enteng, karena dalam situasi asma akut bisa menyebabkan kematian. ’’Pasien asma yang tidak terkontrol inilah yang paling berpotensi menjadi menimbulkan kematian pada pasien,’’ tandasnya. [mar-5]



BERITA LAINNYA :