Nasional

IPB: Harga Bawang Meroket, Ulah Spekulan

Editor : Inge Madjid |Jumat , 15 Maret 2013 - 12:31:21 WIB | Dibaca : 309 Kali |

Foto: Antara

@IRNewscom I Bogor: KENAIKAN harga bawang merah dan bawang putih dalam sebulan terakhir ini diduga akibat sistem distribusi yang tidak benar. Sebab, di level petani, harga bawang merah maupun bawang putih, tidak mengalami gejolak apapun.

''Pergerakan harga bawang merah dan bawang putih ternyata tidak ada hubungannya dengan harga yang terjadi di level petani atau harga impor,'' jelas Prof Nunung Nuryanto, ketua Program Pasca Sarjana Ilmu Ekonomi dan inter CAFE-IPB di sela paparan kinerja IPB di Kampus IPB, Jumat (15/03).

Karena itu, Nunung tidak sepakat pada pernyataan pemerintah bahwa kenaikan harga dua komoditi pertanian tersebut semata-mata karena siklus tahunan. IPB melakukan penelitian di tiga pasar induk, yakni Pasar Induk Caringin, Pasar Induk Gede Bede dan Pasar Induk Kramatjati.

Ternyata gejolak harga hanya ditemukan di pasaran. Sedang ditingkat petani tak ada gejolak harga. Bahkan, di saat harga impor bawang putih, masih di bawah USD1 dolar per kg, harga di pasaran sudah hampir USD 2 dolar.

Spekulan juga diakuinya memainkan peran. Nunung mengatakan sepanjang sistem distribusi tak dibenahi, masih ada istilah siapa menguasai apa dalam sistem distribusi barang, maka petani tetap terpuruk. [mar-4]



BERITA LAINNYA :