Nusantara

Ultah Wali Kota Yogyakarta, Dihadiahi Sampah Spanduk dan Umbul-Umbul

Editor : |Minggu , 10 Februari 2013 - 17:09:52 WIB | Dibaca : 1344 Kali |

Pemasangan spanduk tidak tertib mengotori lingkungan kota

@IRNewscom I Yogyakarta: INI cara yang dilakukan oleh komunitas peduli lingkungan di Yogyakarta. Mereka memprotes kebijaksaan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang baru saja merayakan Ultahnya ke-49 tahun.

Komunitas ini, menyampaikan hadiah pada wali kota itu, berupa "sampah visual" di antaranya spanduk, rontek dan umbul-umbul. Sampah itu seperti dilansir Antara, Minggu (10/02)dikirimkan ke Balai Kota Yogyakarta.

Namun, hadiah istimewa tersebut tidak dapat diterima secara langsung oleh Haryadi, karena wali kota sedang menjalankan ibadah umrah hingga Selasa (12/2). Haryadi sebenarnya merayakan ulang tahun pada Sabtu (9/2).

"Berbagai spanduk, rontek, umbul-umbul, dan berbagai media promosi lain yang kami hadiahkan ini merupakan hasil 'penertiban' yang kami lakukan di sejumlah ruas jalan karena pemasangannya menyalahi aturan," kata perwakilan komunitas Sumbo Tinarbuko di Yogyakarta, Minggu.

Menurut Sumbo yang mewakili sejumlah komunitas seperti komunitas pejalan kaki, pesepeda dan disabilitas, hadiah istimewa tersebut merupakan wujud kecintaan mereka terhadap Yogyakarta, Mereka sangat peduli agar kota tersebut tidak selalu dikotori oleh sampah-sampah visual.

Jumlah spanduk, rontek dan umbul-umbul yang dikirimkan sebagai hadiah ulang tahun tersebut berjulah sekitar 200 buah. Sampah itu merupakan hasil penertiban di Jalan Sudirman, Jalan Mangkubumi dan Jalan Kleringan.

Spanduk, rontek dan umbul-umbul tersebut, lanjut Sumbo, sebenarnya memiliki izin. Hanya saja, katanya, penempatannya tidak benar seperti di tiang listrik, tiang telepon dan fasilitas publik lainnya. Bahkan ada beberapa yang dipasang di batang pohon.

Ia berharap, dengan hadiah istimewa tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki kepekaan yang lebih baik. Utamanya dalam memberikan izin pemasangan spanduk, rontek, baliho dan umbul-umbul agar tidak menganggu estetika kota dan hak masyarakat.

"Pada Oktober, kami juga melakukan pembersihan berbagai sampah visual seperti yang dilakukan sekarang," katanya mengenai kegiatan yang juga diikuti Haryadi Suyuti itu.

Meskipun gerakan dan ajakan untuk membersihkan sampah visual tersebut sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu, namun Sumbo mengatakan, masih banyak sampah visual yang mengotori Kota Yogyakarta.

Setelah ditaruh di beberapa sudut halaman Kantor Wali Kota Yogyakarta, spanduk dan rontek tersebut langsung dibersihkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang sedang berjaga.[*]







BERITA LAINNYA :