Nusantara

Bupati Solok Selatan: Pertambangan Ilegal 'Dibekingi Orang Kuat'

Editor : Hendry Sihaloho |Minggu , 24 Maret 2013 - 03:47:05 WIB | Dibaca : 432 Kali |

Bupati Kabupaten Solok Selatan, Muzni Zakaria | Ist

@IRNewscom | Kayo Aro: BUPATI Kabupaten Solok Selatan, Muzni Zakaria, menduga pertambangan ilegal di daerah itu 'dibekingi orang kuat', sehingga sulit memberantasnya. Untuk itu, dia meminta DPRD Solok Selatan satu visi dan misi menghadapi persoalan tersebut.

"Eskavator untuk mengeruk kandungan emas di aliran sungai sampai saat ini masih bekerja. Sulit memberantasnya, mungkin karena medan berat atau praktel ilegal itu diback-up (dibekingi) orang kuat. Jangankan tim terpadu, tim internasional pun tak sanggup," kata Muzni di Kayo Aro, Sabtu (23/03).

Dia menyatakan, pihaknya sudah menurunkan beberapa tim untuk memberantas pertambangan ilegal di Negeri Seribu Rumah Gadang itu. Mulai dari Tim Terpadu Provinsi/Kabupaten, Polda Sumatera Barat, bahkan Tim Mabes Polri, telah menyusuri pertambangan ilegal di sepanjang Sungai Batanghari Sangir. Namun, hasilnya belum memuaskan.

Padahal, ujar dia, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kekayaan emas di daerah itu seitar Rp25 juta pada 2012. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal yang ditaksirnya mencapai Rp1 triliun. Selain belum memakmurkan rakyat, praktek pertambangan ilegal berdampak pada kerusakan jalan dan sungai. "Bahkan sampai hari ini, Solok Selatan masih termasuk kabupaten tertinggal di Indonesia," ujar Muzni.

Kendati demikian, dia merasa optimistis kabupaten yang dipimpinnya bisa keluar dari daftar kabupaten tertinggal di Indonesia. Caranya, dengan mengelola kekayaan emas secara benar dan legal. "Hentikan eskavator dan dompeng menguras kekayaan emas Solok Selatan. Kita jadikan hari ini sebagai momentum pemberantasan pertambangan ilegal di kabupaten Solok Selatan," kata dia. [adr-16]



BERITA LAINNYA :