Nusantara

Lima Perwira Polresta Siantar Dilaporkan ke Propam

Editor : Risnawati Avin |Senin , 06 Mei 2013 - 15:23:13 WIB | Dibaca : 410 Kali |

Foto: Ist

@IRNewscom I Medan: LIMA orang perwira dan penyidik kasus pencurian sepeda motor di Kota Pematang Siantar, Sumut, Senin (06/05), dilaporkan ke Direktorat Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut. Mereka dilaporkan karena dinilai tidak profesional dan dinilai tidak adil dalam menjalankan tugasnya.

Adapun sejumlah perwira dan penyidik dari Polresta Pematang Siantar yang dilaporkan ke Propam Polda Sumut itu adalah Kapolres Pematang Siantar AKBP Alberd TB Sianipar, penyidik Bripka Erikson Siahaan, Kanit Resum Iptu Sugeng Wahyudi, Iptu Asmon Bufitra selaku KBO, dan AKP Daniel Marinduri SIK selaku Kasat Reskrim.

Menurut pelapor Samsudin Harahap, sejumlah perwira dan penyidik yang dilaporkan itu diduga tidak benar melakukan penyidikan dan tidak adil, serta tidak profesional dalam menangani laporan pengaduan tentang pencurian/penggelapan sepeda motor Yamaha Byson BK 2625 WAB miliknya.

Dia mengatakan, dalam kasus itu, penyidik sudah menangkap pelaku pencurian sepeda motornya. Namun penadahnya, sama sekali tidak ditahan dan tidak dijadikan tersangka. Padahal, dalam pemeriksaan, penadah mengakui membeli sepeda motor curian itu dari salah seorang tersangka yang sudah ditangkap.

"Polisi hanya menjadikannya saksi. Padahal sebagai penadah harusnya ditangkap. Itulah yang membuat kami pengadukan para polisi itu ke Propam Polda Sumut, " jelas Samsudin.

Dia mempertanyakan tentang seseorang yang tidak ditetapkan menjadi tersangka. "Jamil, warga Jalan Matatam Pematangsiantar tidak ditetapkan sebagai tersangka, dan hanya menetapkan sebagai saksi. Kami minta dia ditangkap, " tambahnya, di Mapolda Sumut, Jalan Tanjung Morawa.

Sementara itu, AKBP Alberd TB Sianipar ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam kasus itu tersangka Afan Ananda meminjam duit senilai Rp1,5 juta dengan alasan anaknya sakit.

"Dengan alasan anaknya sakit dan diberikan jaminan sepeda motor, Jamil memberi uangnya untuk dipinjam tersangka, " ungkap Alberd.

"Atas dasar itulah kita masih menjadikannya saksi. Nanti kalau ada petunjuk jaksa akan kita tindaklanjuti, " katanya.[ayt-5]



BERITA LAINNYA :