Nusantara

Ini Dia 4 Anggota Dewan Ponorogo yang 'Loncat' Partai pada Pileg 2014

Editor : Ferro Maulana |Selasa , 14 Mei 2013 - 12:41:54 WIB | Dibaca : 2592 Kali |

Rombongan Caleg dan Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo saat mengikuti jalan santai bersama Pemilu Damai bersama KPU Ponorogo | Muh Nurcholis/ Dokumentasi Foto IRNews

@IRNewscom I Ponorogo: DAFTAR calon Legislatif (Caleg) Sementara (DCS) yang diserahkan parpol kepada KPU kabupaten Ponorogo  beberapa waktu lalu diwarnai beberapa kejutan. Diantaranya, beberapa anggota DPRD Ponorogo 2009-2014 yang pilih pindah partai.

Mereka pilih tidak loyal dengan meninggalkan partai lama yang sempat mendudukkannya di kursi dewan yang terhormat. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun IRNews, setidaknya ada empat anggota dewan Ponorogo yang loncat partai dalam Pemilu legislatif 2014 mendatang. Yakni, Budiono yang sebelumnya dari Partai Demokrat masuk dalam DCS Partai Hanura Dapil IV Ponorogo (Kecamatan sambit, Bungkal, Ngrayun dan Slahung) nomor urut 1.

Kemudian, Muryanto dari PKPI loncat ke Partai Hanura Dapil VI (Kecamatan kauman, Sukorejo dan Sampung) nomor urut 1 serta Dody Martaprawira yang dulunya PDIP kini beralih ke Partai Golkar Dapil V (Kecamatan Jambon, Balong, Badegan) nomor urut 2.

Sedangkan, Sendy Nicholas dari PDIP Ponorogo Dapil 6 beralih ke partai  Gerindra  Jatim Dapil 7. Kepindahan para anggota dewan yang terhormat itu, tentunya memiliki berbagai alasan tersendiri. Budiono pilih pindah karena berkaitan dengan nomor urut. Dia menolak ditempatkan di nomor urut dua, kalah dengan Widodo.

“Kira-kira persoalan nomor urut. Itu diluar Pak Budi sendiri yang sempat dikaitkan dengan persoalan yang sempat muncul di media," kata sumber itu wanti-wanti tidak mau disebutkan namanya.

Fatchul Aziz selaku ketua KPU Kabupaten Ponorogo menjelaskan anggota DPRD yang ingin mencalonkan diri lagi namun berganti partai cukup mengantongi surat pengunduran diri dari pimpinan dewan. Itu sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 yang mengubah tata cara pencalegan.

"Tidak perlu persetujuan ketua partai lama,’’ terang Fatchul Aziz, Ketua KPU Kabupaten Ponorogo.

Sementara itu, Muh Fajar Pramono, pengamat politik Ponorogo menilai kalangan politikus kerap tidak berpegang pada ideologi. Itu tercermin dari fenomena 'kutu loncat' atau berpindah-pindah partai politik.

”Kan sering terjadi politikus dari parpol ini kemudian berpindah ke parpol lain karena tak mendapat kedudukan, dan sebagainya. Tanpa mempertimbangkan ideologi yang dianut parpol,” kata Muh Fajar Pramono, Selasa (14/05) kepada IRNews.


Menurut dia, pertimbangan ideologi setidaknya dapat menghindarkan kader parpol untuk 'menyeberang' ke parpol lain yang tidak sealiran, misalnya kader parpol nasionalis akan bertahan atau pindah di parpol serupa.

Namun, kata Dosen ISID Gontor itu, kenyataannya saat ini cukup banyak kader parpol yang berpindah-pindah antarparpol secara tidak jelas, tanpa mempertimbangkan aspek ideologi. Namun lebih kepada pragmatisme politik yang hanya kepentingan.

“Fenomena tersebut sebagai indikasi pragmatisme politik. Tidak ada batas-batas ideologis. Jadi hitung-hitungannya tidak pertimbangan ideologis," katanya lagi.

Bahkan, kata dia, sekarang ini parpol bukan lagi alat untuk berjuang membela dan mensejahterakan masyarakat.

“Partai bukan lagi sebagai sarana perjuangan. Tidak lebih sebagai salah satu sumber penghidupan. Apalagi tingkat pendidikan & ekonomi secara makro tinggi. Namun jika tidak menjadi high cost (biaya tinggi),” jelasnya.

Fenomena loncat partai itu, kata direktur LP2BM itu mengakibatkan hubungan Caleg dengan konstituen hanya sekadar bersifat transaksional. Dia tidak mementingkan fanatisme politik tertentu.

“Hubungan dengan konstituen bersifat transaksional. Tidak ada fanatisme politik,” katanya. 

Ia menyebut, fenomena itu berpengaruh baik bagi demokrasi. Hal ini pun memungkinkan sebuah demokrasi saat ini dengan adanya pilihan-pilihan.

“Pragmatisme politik ini adalah sebagai suatu kecenderungan demokrasi.  Dilihat dari demokrasi sebenarnya baik. Karena semakin rasional,” katanya lagi.

Oleh karena itu, ia mengingatkan, masyarakat untuk mencermati rekam jejak para calon pemimpinnya secara baik dan tidak memilih sosok yang memiliki rekam jejak tidak baik. (Muh Nurcholis-12].

Berikut Nama Anggota Dewan Ponorogo yang 'Loncat' Partai di Pileg 2014:

No, Nama, Partai Baru, Partai Lama.

1. Budiyono, Partai Hanura, Partai Demokrat

2. Dody Martaprawira, Partai Golkar, PDIP

3. Muryanto, Partai Hanura, PKPI

4. Sandy Nicholas, Partai Gerindra, PDIP



BERITA LAINNYA :