Nusantara

Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Sukabumi Meningkat

Editor : Inge Madjid |Rabu , 05 Juni 2013 - 15:32:05 WIB | Dibaca : 236 Kali |

Foto: Ilustrasi/IST

@IRNewscom I Sukabumi: TAK kurang dari 102 warga di lima desa Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami gangguan jiwa akibat beberapa faktor seperti keturunan atau juga yang pernah menjadi tenaga kerja Indonesia.

"Dibandingkan dengan tahun lalu ada penambahan jumlah warga yang terganggu kejiwaannya sebanyak dua orang dari 100 orang para 2012 saat ini menjadi 102 orang," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Kebonpedes Yudi Gunawan Suswandi di Sukabumi, Rabu (05/06).

Menurut Yudi dua orang yang baru dinyatakan mengalami gangguan jiwa tersebut berasal dari keluarga yang mempunyai riwayat gangguan jiwa.

Dia mengatakan faktor penyebab keduanya sakit tersebut karena turunan. Dua orang ini sudah mendapatkan pengobatan seperti dari puskesmas dan progam lainnya baik progam pemda maupun kementerian terkait.

Kedua warga tersebut merupakan warga Desa Sasagaran dan Bojongsawah, adapun rincian warga yang mengalami permasalah gangguan kejiwaannya tersebut antaralain, Desa Sasagaran sebanyak 15 orang, Cikaret 15 orang, Kebonpedes 40 orang, Jambenenggang 31 orang dan Bojongsawah 19 orang.

"Warga yang mengalami gangguan kejiawaan ini mayoritas disebabkan oleh faktor turunan, bahkan ada kakak beradik yang kesehatannya terganggu. Selain faktor turunan sebagian penyandang orang dengan kecacatan (ODK) tersebut merupakan mantan TKI atau TKW," tambahnya.

Untuk menyembuhkan warga yang terganggu kejiwaannya tersebut pihaknya secara rutin memberikan obat penenang, bahkan pada tahun lalu dari Kementerian Sosial dan Kesehatan dan ke Kebonpedes untuk memberikan bantuan rehab sosial.

Dikatakan Yudi sudah ada beberapa yang sehat namun tidak lama sakitnya tersebut kambuh lagi yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan keluarga. Namun pihaknya terus berupaya agar jumlah warga yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut tidak bertambah dan bisa kembali sehat.

"Faktor keluarga sangat menentukan untuk mempercepat kesembuhan pasien, selain itu kami pun mengimbau kepada keluarganya agar tidak melakukan pemasungan, karena bukan menjadi solusi tapi akan menambah buruk kejiwaan pasien," kata Yudi. [ant]



BERITA LAINNYA :