Nusantara

Calon Bupati Kolaka Tersandung Kasus Aspal Usang

Editor : |Senin , 08 Juli 2013 - 00:39:23 WIB | Dibaca : 758 Kali |

foto: Ist

@IRNewscom I Kolaka, Sultra: Calon bupati Ahmad Safei, yang adalah mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kembali didera kasus bantuan 6.000 ton aspal tahun 2002 yang dianggap telah usang karena permasalahannya telah diselesaikan.

Menurut Safei di Kolaka, Minggu(7/7), sejak tahun 2002 kasus bantuan aspal dari pemerintah pusat itu bergejolak, dirinya telah beberapa kali diperiksa oleh pihak kejaksaan setempat.

"Dalam pemeriksaan itu pihak kejaksaan tidak menemukan potensi kerugian negara," katanya saat ditemui di posko pemenangan dirinya bersama pasangannya yang disebut "SMS-Berjaya".

Safei juga menceritakan kronologi kejadian saat pemerintah daerah Kolaka mendapatkan bantuan aspal sebanyak 6.000 ton yang harus diambil dari Kabupaten Buton.

"Saat itu pemda kemudian dibebani biayai transportasi atau pengangkutan aspal tersebut dari Buton ke Kolaka," jelasnya.

Pengangkutan aspal itu, lanjut dia, kemudian dikerjasamakan dengan salah satu pengusaha di Kota Baubau, dengan proses pengiriman dua tahap.

"Tahap pertama diangkut sebanyak 3.000 ton menggunakan tongkang dan berhasil sampai di Kolaka secara utuh," kata Safei.

Namun pengangkutan aspal tahap kedua tidak berjalan mulus akibat faktor cuaca tidak bersahabat. Tagboat yang menarik tongkang saat itu dihantam ombak.

"Atas berbagai pertimbangan, kapten tagboat saat itu memilih memutus tali penarik tongkang, sehingga terombang-ambing dan kandas di karang. Badan tongkang kemudian mengalami robek," jelasnya.

Mungkin, kata Safei, sebagian aspal di dalam tongkang saat itu tumpah ke laut, namun pihak perusahaan pengangkutan tetap berupaya untuk membawa sisanya sebanyak 2.000 ton ke Kolaka.

"Jadi tongkang saat itu tidak tenggelam, hanya mengalami robek sehingga sebagian aspal jatuh ke laut. Itu ada berita acaranya yang ditandatangani oleh nahkoda kapal, pemilik ekspedisi muatan kapal (EMKL) dan saya sendiri, saat itu selaku kepala Bagian Pembangunan," katanya menjelaskan.

Terkait kasus aspal itu yang saat ini kembali dimunculkan, Safei menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menangani sesuai ketentuan yang berlaku. Hal itu mengingat permasalahan tersebut bukan persoalan pribadi, melainkan kelembagaan.

"Biarlah kasus itu kami serahkan kepada aparat penegak hukum, karena saya sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan tinggi terkait hal tersebut," ujarnya.[ant-14]



BERITA LAINNYA :