Pena Khusus

Neymar-Oscar, Duo Bintang Muda Brasil Berbeda Visi

Editor : |Rabu , 22 Agustus 2012 - 02:17:00 WIB | Dibaca : 1224 Kali |

Duo bintang muda Brasil, Neymar dan Oscar

@IRNewscom I PANDANGAN dua bintang muda Brasil, Neymar dan Oscar memang beda dalam menentukan karier masa depan mereka. Bila Oscar memilih meninggalkan Brasil untuk merumput di luar negeri, namun tidak demikian dengan Neymar.

Striker klub Santos ini belum berniat meninggalkan negaranya. Neymar hanya mampu membawa Brasil meraih medali perak Olimpiade. Tapi terlepas dari cara pandang kedua pemain bintang dalam menentukan karier masa depan mereka, yang jelas Brasil merupakan negara pengekspor pemain sepakbola.

Hampir tidak ada satupun kompetisi sepak bola di dunia ini yang tidak mengikutkan pemain asal Brasil. Jumlah eskpor pemain mereka mencapai ribuan.

Namun kritik yang banyak dialamatkan ke Brasil adalah terlalu cepat melepas pemain berbakat mereka, terutama ke Eropa. Para pemain yang baru berusia belasan tahun dipaksa cepat dewasa secara mental dan juga fisik untuk mengadu nasib jauh dari keluarga. Akibatnya, tak jarang karier berjalan pendek dan layu sebelum usia puncak.

Neymar adalah satu dari sedikit bintang Brasil yang mencoba menghindari hal ini. Di usianya yang ke-20, striker Brasil ini menolak tawaran klub-klub Eropa yang terus mengalir sejak ia berusia 15 tahun.

Selama tiga tahun di tim senior Santos, ia sudah memenangkan Copa Libertadores dan juara Liga Brasil serta terpilih sebagai pemain terbaik Amerika Latin.

Di tingkat internasional prestasi terbaiknya memang barulah membawa Brasil merebut medali perak Olimpiade. Tetapi di sinilah letak permasalahannya. Mengapa tim Brasil dengan kumpulan pemain hebat, dengan Neymar sebagai salah satu ujung tombaknya hanya mampu meraih medali perak di Olimpiade?

Kegagalan tim tidaklah bisa dibebankan hanya di pundak satu pemain saja tentunya. Tetapi mengapa Neymar gagal memberi inspirasi bagi tim Brasil?

Meskipun bakat Neymar sangatlah luar biasa. Dua kakinya sama-sama hidup. Gocekan bolanya bisa dibandingkan dengan pemain terbaik manapun di dunia. Kecepatannya di atas rata-rata. Ketajamannya di depan gawang menakutkan.

Kekurangannya, konon, karena dia terlalu nyaman hidup dan bermain di Liga Brasil (dan dalam batas tertentu Amerika Latin). Dari segi finansial Neymar sudah sangat aman dengan hanya bermain di Brasil. Ia tercatat sebagi pemain nomor tujuh paling makmur di dunia berdasar hitungan sebuah majalah sepak bola Prancis, France Football.

Dia tak perlu berkarier di Eropa untuk mendulang emas. Namun dari sisi teknis sepak bola Neymar perlu tantangan baru untuk mengembangkan permainannya. Sistem pertahanan sepak bola di Brasil, dan Amerika Latin pada umumnya, sangat dalam, yang berarti ada jarak antara pemain tengah dan belakang.

Ini sangat cocok dengan bakat alami Neymar untuk menjemput bola di tengah lapangan dan kemudian menggocek bola menggunakan akselarasinya yang hebat. Ditambah lagi secara budaya, wasit di Brasil cenderung untuk menguntungkan penyerang dan akan dengan mudah untuk meniup peluit untuk pelanggaran terhadap penyerang.

Keuntungan sistem permainan, budaya dan kenyamanan sosial itu, tidak akan didapat oleh Neymar di tingkat internasional. Ini memang harus dipahami oleh Neymar. Dia juga  harus belajar untuk mengatasi persoalan-persoalan itu, agar tidak kesulitan untuk memberi inspirasi bagi Brasil di tingkat internasional. Semua itu akan bisa dilakukannya, jika  dia mencicipi bermain di luar Brasil, utamanya ke Eropa.

Jika Neymar tidak mengambil tantangan ke Eropa, namun tidak demikian dengan Oscar hal yang dianggap sebagai otak permainan tim nasional Brasil saat ini.
Oscar memilih pindah ke Eropa dan bermain di Chelsea. Walau setahun lebih tua dari Neymar, Oscar dikhawatirkan terlalu berani mengambil risiko.

Namun permainan Oscar memiliki kelebihan, operan jitu dan daya khayal dalam membangun serangan cukup bagus. Selain itu, fisiknya lebih kuat.

Namun kepindahan ke Chelsea,  persaingannya di lapangan tengah sangatlah ketat. Klub itu memiliki Juan Mata dan Frank Lampard untuk tandem utama lapangan tengah. Mereka baru saja membeli Eden Hazard dan Marko Marin dengan harga yang tidak murah.

Bukan berarti Oscar tak akan mampu bersaing dengan mereka. Tetapi Oscar masih muda, baru saja pindah dari negara dengan bahasa, budaya dan gaya bersepak bola yang sama sekali beda.

Oscar memerlukan waktu untuk beradaptasi. Untuk bisa beradaptasi,  dia harus lebih dulu duduk di bangku cadangan. Kalau terlalu lama duduk di bangku cadangan, pemain akan menjadi tumpul dan dalam kasus Oscar akan menghambat momentum penyempurnaan gaya permainannya.

Itulah sebabnya pemain Brasil sukses pindah ke Eropa, biasanya terlebih dahulu bermain untuk klub yang dianggap tidak terlalu besar sebelum pindah ke klub raksasa. Ronaldo dan Romario misalnya, mereka bermain untuk PSV Eindhoven sebelum akhirnya berlabuh ke Barcelona.

Klub yang lebih kecil memungkinkan mereka untuk bermain secara reguler dan tidak menghambat momentum perbaikan sebagai pemain. Memang duo bintang ini, Neymar dan Oscar diharapkan membawa Brasil juara PIala Dunia 2014.

Badan sepak bola Brasil (CEB) tentu saja berharap pilihan Neymar dan Oscar akan sama baiknya bagi pemain yang bersangkutan. Dua-duanya adalah tumpuan tim Brasil untuk merebut Piala Dunia 2014 saat Brasil menjadi tuan rumah.

Pentingnya kedua pemain ini semakin terasa dengan model permainan yang dipilih pelatih Brasil saat ini, Mano Menezes. Pelati ini mengganti sistem lama dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-2-1. Dengan sistem yang baru ini Neymar dan Oscar akan bertandem persis di belakang striker utama untuk menggedor pertahanan lawan.

Publik sepak bola Brasil dan Menezes sama-sama ingin melihat apakah Neymar dan Oscar bisa mengatasi tantangan yang ada di hadapan mereka.[bbc/ber]



BERITA LAINNYA :