Ekbis

Antisipasi Kenaikan BBM, Kemen PU Garap Program Rp6 Triliun

Editor : Risnawati Avin |Rabu , 05 Juni 2013 - 15:46:51 WIB | Dibaca : 260 Kali |

Djoko Kirmanto I Foto: Aryo/IRNews

@IRNewscom I Jakarta: KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan tiga program pembangunan infrastruktur dasar dan bantuan sosial langsung sementara di 5500 desa dan 1800 kelurahan kota senilai Rp 6 triliun menyusul rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat. Hal tersebut dilakukan Kemen PU untuk mengantisipasi dampak negatif dari kenaikan harga BBM yang seringkali dikeluhkan oleh masyarakat miskin.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memaparkan pembagian alokasi anggaran untuk program program P4-IPU senilai Rp 6 triliun tersebut kedalam tiga program berbeda. Yaitu, sebesar Rp2 triliun untuk membangun infrastruktur dasar pemukiman dan kelurahan sebanyak 5500 desa dan 1800 kelurahan kota. Lalu, Rp2 triliun untuk pengadaan air minum untuk pedesaan, utamanya desa-desa nelayan. Sedangkan Rp2 triliun sisanya untuk penyediaan air baku, dan membangun irigasi di 4000 desa dengan tingkat kemiskinan diatas 50 persen yang juga akan dikerjakan masyarakat sekitar.

"Jadi pelaksanaannya akan selesai desember ini, nah kalo pemeliharaan ada dinasnya sendiri2. Juga nanti ada kontribusi langsung dr masyarakat sekitar," kata Djoko saat konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (05/06).

Lebih lanjut, dia mengatakan dampak kenaikan harga BBM pada biaya operasional pada proyek-proyek pembangunan tersebut tidak terlalu berdampak signifikan. Menurut Djoko, perbedaan harga pada premium dan solar adalah salah satu jaminan bahwa tidak akan ada pembekakan anggaran pada tiga proyek tersebut.

Menteri melanjutkan, dalam proyek tersebut akan ada juga sekitar 30 juta masyarakat miskin di Indonesia yang akan mendapat manfaat dari proyek-proyek tersebut. "Ini masyarakat yang merasakan benefitnya itu. Tapi ngga semua juga terlibat dalam proyek pengadaan infrstruktur dasar," kata Djoko.

Selain itu, dalam upaya mengantisipasi kenaikan harga BBM, Kementerian PU juga melakukan sejumlah penghematan yang telah ditetapkan dan disetujui oleh DPR-RI untuk menjaga kinerja fiskal. Upaya penghematan itu sebesar Rp3,8 triliun dari sebesar Rp6,1 triliun pada awal pengajuan.

"Anggaran kita diubah jadi APBN-P untuk mengubah kinerja finansial kita agar juga menjaga defisit agar tidak diatas 3 persen. Kontribusi penghematan PU disepakati sebesar Rp3,8 triliun," katanya.[ary-5]



BERITA LAINNYA :