Hukum & Kriminal

Atasi Kekerasan Anggota 60 %, DPR: Polisi Cukup Bagus

Editor : Rizal Husen |Rabu , 10 Oktober 2012 - 18:57:13 WIB | Dibaca : 924 Kali |

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Nasir Djamil

@IRNewscom I Jakarta: POLRI mengakui kekerasan yang diduga dilakukan oknum aparat kepolisian kepada pelaku kejahatan seperti dalam kasus Kompol Novel Baswedan banyak terjadi. Namun, polisi hanya mampu menyelesaikan 60 % saja.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Nasir Djamil angka 60% itu sudah cukup bagus. "Kalau itu DPR sering mendapatkan laporan. Menurut saya itu sudah cukup bagus 60 % bisa diselesaikan oleh polisi," kata Nasir di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (10/10)

Menurut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kendala terbesar membawa kasus itu ke ranah pidana dikarenakan sedikitnya orang yang menjadi saksi. Padahal untuk mengusut suatu kasus keberadaan saksi mutlak diperlukan.

"Kenapa, karena banyak pihak yang tidak mau menjadi saksi. Ketika seseorang dikerasi ditanya saksinya mana mereka tidak bisa mendatangkan saksi. Yang seperti itu biasanya diselesaikan lewat sidang kode etik sehingga tidak masuk ke ranah pidana. Tapi berdasarkan data yang kami dapatkan masalah saksi itu penting karena kemudian kasus-kasus itu tidak bisa diselesaikan. Artinya sudah selesai begitu saja karena ketiadaan saksi yang menguatkan orang itu mendapat perlakuan kekerasan," tandasnya.

Seperti diketahui, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman mengakui, kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian kepada pelaku kejahatan seperti dalam kasus Penyidik KPK Kompol Novel Baswedan banyak terjadi.

Kepolisian, menurut Sutarman, hanya bisa menyelesaikan 60% kasus saja dari semua yang dilaporkan oleh masyarakat. "Kasus yang semacam itu banyak, terus terang saja, kita hanya bisa menyelesaikan sekitar 60% kasus yang dilaporkan," ujar Sutarman.[prs-1]



BERITA LAINNYA :