Liga Indonesia
Jamu PBR, Persipura Hanya Raih Satu Poin

@IRNewscom | Jakarta : MENJAMU Pelita Bandung Raya (PBR) di kandangnya, Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (24/05), Persipura Jayapura hanya mampu bermain imbang 1-1. Tambahan satu angka masih mengokohkan Persipura di puncak klasemen dengan 48 poin dari 20 laga yang telah mereka jalani, sedangkan PBR naik satu strip ke peringkat ke-13 klasemen sementara menggeser Persepam Madura.
Bermain di kandang sendiri, tim Mutiara Hitam mampu mendominasi permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan oleh Persipura untuk bisa membobol gawang dari PBR, namun hingga babak pertama usai, skor imbang tanpa gol bertahan.
Di babak kedua, PBR masih menampilkan permainan defensifnya. Sedangkan Persipura terus bermain menekan. Keasyikan menyerang, Persipura justru tertinggal pada menit ke-54 lewat gol dari Rendi Saputra memanfaatkan skema serangan balik cepat yang diperagakan punggawa "The Boys Are Back".
Tertinggal, Persipura terus menekan pertahanan PBR. Namun hingga laga memasuki satu jam, tidak ada gol penyeimbang yang tercipta. Pada menit ke-62, pelatih Jacksen F. Tiago melakukan perubahan. Ferinando Pahabol dan Lukas Mandowen dimasukan untuk menambah daya gedor Persipura menggantikan Lim Jun Sik serta Gerald Pangkali.
Opsi tersebut cukup efektif. Terbukti Persipura mulai menemukan pola serangan yang efektif sejak kedua pemain tersebut masuk. Baru pada menit ke-80, Persipura mampu membobol gawang PBR dan menyeimbangkan kedudukan melalui kapten Boaz Solossa. Hasil ini bertahan hingga wasit meniupkan peluit berakhirnya pertandingan. [sat-6]
Persija Lagi-Lagi Terusir dari Kandangnya

@IRNewscom | Jakarta : PERSIJA Jakarta lagi-lagi harus menjalani partai kandangnya di luar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kala menjamu Persiwa Wamena dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) musim 2012/13 pada 1 Juni mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persija, hanifditya ketika dihubungi wartawan, Jumat (24/05).
Hanif menuturkan bahwa alasan utama mengapa tim Macan Kemayoran tak bisa menggunakan stadion berkapasitas 88.000 orang ini, dikarenakan akan dipakai untuk acara keagamaan yang digelar oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI). MHTI memiliki hajat untuk menggelar acara puncak Muktamar Khilafah di Jakarta pada 2 Juni 2013 di SUGBK.
"Ya, kami tidak bisa pakai GBK. Kini panitia harus mencari stadion lain untuk menjamu Persiwa," kata Hanif.
Sebenarnya pihak panitia memiliki opsi untuk memundurkan jadwal laga kandang Persija agar bisa kembali menggunakan SUGBK. Namun karena mepetnya waktu laga kandang berikutnya, panitia tidak mengambil opsi tersebut. Persija dijadwalkan akan kembali melakoni partai kandang pada tiga hari setelah melawan Persiwa dengan menjamu Persipura Jayapura.
"Kami tidak ambil opsi itu (pemunduran jadwal). Pasalnya laga kandang berikut sangatlah mepet waktunya," jelas pria berkacamata ini.
Tidak hanya kali ini Persija harus terusir dari kandangnya. Dalam beberapa laga sebelumnya, Persija juga harus terusir dari kandangnya karena beberapa alasan. Pertama adalah banyaknya acara-acara di luar keolahragaan yang diselenggarakan di SUGBK atau sekitarnya. Kedua adalah tidak didapatkannya izin keramaian kepolisian karena kelakuan buruk beberapa suporter Persija yang dinilai cukup mengganggu keamanan. [sat-6]
Para Pemain Persebaya 1927 Belum Tentukan Nasibnya

@IRNewscom | Jakarta: PASCA mengambil keputusan untuk membubarkan diri dari Persebaya 1927, kini nasib para pemain klub berjuluk 'Bajul Ijo' tersebut masih mengambang. Beberapa diantara mereka masih belum bisa memutuskan akan berlabuh ke mana setelah keputusan yang diambil secara kolektif tersebut.
"Sampai saat ini kami belum tahu mau ke mana. Persoalan di klub cukup membuat para pemain cukup kecewa dan sedikit frustasi, termasuk saya," kata salah satu pemain Persebaya 1927, Taufiq ketika dihubungi IRNews, Jumat (24/05).
Taufiq adalah salah satu pemain yang sempat gencar diberitakan akan merapat ke beberapa klub yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL). Salah satu di antaranya adalah Persija Jakarta.
Tim Macan Kemayoran dikabarkan menjadi peminat paling serius untuk Taufiq. Namun sampai saat ini, Taufiq menjelaskan kalau belum ada klub yang benar-benar melakukan pendekatan secara resmi kepadanya. Padahal batas waktu bursa transfer paruh musim ISL akan berakhir pada Jumat ini.
"Yah lebih baik saya fokus untuk menyelesaikan masalah saya dulu. Baru nanti saya akan pikirkan mau ke mana," beber pemain berposisi gelandang ini.
Sementara itu, sinyalemen untuk pergi meninggalkan klub yang berbasis di kota Surabaya tersebut ditunjukan oleh pemain sayap andalannya, Andik Vermansah lewat akun twitter sang pemain, @andik_vermansah.
"Bukan masalah pengkhianat atau apa, tapi semua pilihan hati. Loyalitas tak perlu diragukan lagi. Kontrak lebih kecil dari tim lain. Panas dan hujan pun sudah aku lakukan demi tim kesayanganku. Sudah lelah aku menungu yang tidak pasti. Apakah dengan loyalitas bisa menghidupi keluargaku? Memang uang bukan segalanya tapi semua butuh uang. Pada 2012 aku tidak digaji empat bulan, 2013 ini tiga bulan. Semoga kalian tahu aa arti kehidupan. AKU PASTI KEMBALI," tulis Andik.
Kalimat terakhir itulah yang menimbulkan spekulasi bahwa pemain yang pernah menjalani trial di DC United ini akan pergi ke klub lain. Beberapa klub memang dikabarkan sempat mendekati Andik termasuk salah satu klub asal Makedonia, FK Vardar. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai masa depan sang pemain.
Sebelum para pemain membubarkan diri, beberapa punggawa Persebaya 1927 juga telah memutuskan untuk hijrah ke klub lain. Alasan utamanya adalah ketidak jelasan masa depan klub, salah satunya adalah Erol Iba yang telah pindah ke Gresik United pada paruh musim Indonesia Super League ini. [sat-8]
Persegres Imbang Lawan Persepam di Gelora Bangkalan, Ini Jalannya Pertandingan

@IRNewscom I Bangkalan: KESEBELASAN Persegres Gresik United mampu menahan imbang tim kesebelasan Persepam Madura United pada laga lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (23/05).
Persegres GU mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua, setelah babak pertama tim kesebelasan binaan Widodo Cahyono Putra ini sempat tertinggal 0-1.
"Yah, kita kayaknya harus banyak memiliki cadangan sabar. Berbagai hal sudah kita lakukan, tapi kemenangan belum juga datang," kata manajer Persepam Madura United (P-MU) Achsanul Qosasi seusai pertandingan, Kamis malam.
Di babak pertama, yakni pada menit ke-16, pemain P-MU Ali Khadafi mampu membobol gawang Persegres GU dengan memanfaatkan tendangan penjuru Busari. Skor berubah menjadi 0-1 untuk Persepam.
Gol Ali Khadafi ini merupakan yang pertama baginya selama ia membela tim berjuluk "Laskar Sape Kerap" dalam 20 pertandingan laga ISL. Keunggulan P-MU 1-0 berlangsung hingga babak pertama usai.
Pada babak kedua, striker Persegres GU Shohei Matsunaga berhasil membobol pertahanan P-MU pada tendangan bebas di kotak penalti di menit 66. Tendangan pemain bernomor punggung 18 itu gagal diantisipasi oleh kiper P-MU Alfonsius Kelvan, hingga kedudukan menjadi imbang 1-1.
Laskar Pesepam sendiri terus berupaya meningkatkan kedudukan dengan berbagai tekanan, namun tidak berhasil.
Pada menit 85 pertandingan sempat dihentikan akibat suporter tuan rumah menyalakan kembang api yang mengganggu suasana lapangan dan setelah dilanjutkan kembali hingga babak kedua usai kedudukan tetap sama 1-1.
Poin seri atas GU ini menambah panjang daftar laga tanpa kemenangan bagi P-MU. Hingga kini sudah tercatat 9 dari 20 pertandingan dijalani "Laskar Sape Kerap" puasa kemenangan.
"Semoga puasa kemenangan ini bisa segera berakhir," kata Achsanul Qosasi.
Manajer P-MU yang juga anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan Madura ini menilai, sebenarnya permainan timnya sudah bagus.
"Tapi kekompakannya masih harus ditingkatkan," katanya menambahkan. [Ant-12]
Komisi Banding Ampuni Pieter Romaropen

@IRNewscom | Jakarta : KOMISI Banding (Komding) PSSI akhirnya mengabulkan permohonan banding yang diajukan oleh manajemen Persiwa Wamena terkait hukuman seumur hidup dari Komisi Disiplin terhadap pemainnya, Pieter Romaropen. Komding akhirnya hanya menjatuhkan sanksi selama satu tahun larangan aktif dan denda sebesar Rp.100 juta kepada sang pemain dan klubnya.
Keputusan itu diambil setelah Komding mengadakan rapat tertutup pada Kamis (23/05) pagi tadi. Dalam rapat tersebut, beberapa staf Komding tidak hadir. Hanya Ketua Komding, Muhammad Muhdar dibantu wakilnya yang hadir untuk meneliti kasus dari Romaropen.
"Kami melakukan rapat sejak pukul 9 pagi tadi secara tertutup. Memang yang hadir hanya saya dan wakil saya. Tapi dengan menggunakan pasal 89 Kode Disiplin PSSI, saya menggunakan hak prerogratif saya untuk mengambil keputusan," kata Muhdar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/05).
"Setelah kami mengkaji ulang, maka kami memberikan ampunan kepada Romaropen dengan memberikan sanksi larangan aktif dalam sepakbola Indonesia selama satu tahun dan denda sebesar Rp.100 juta," sambungnya.
Untuk masalah denda, dibebankan kepada pihak pemohon, manajemen klub Persiwa. Dikatakan oleh Muhdar bahwa pembayaran sanksi paling lambat harus dilakukan pada 30 hari setelah keputusan dijatuhkan.
"Kalau tidak, status sang pemain menjadi ilegal," tegasnya.
Dikatakan oleh Muhdar petimbangan pihaknya untuk memberikan ampunan kepada Romaropen adalah karena faktor usia dan ekonomi sang pemain.
"Dia kini sudah memasuki masa senja di dalam sepakbola (29 tahun). Selain itu dia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan hidup dari sepakbola. Itu adalah alasan utamanya," jelas Muhdar.
"Saat diputuskan, Romaropen tidak dipanggil. Saya juga mempertimbangkan dari segi itu," lanjut pria yang juga bekerja di Divisi Legal Persisam ini.
Sementara itu, Pieter Romaropen sendiri mengaku puas dengan putusan Komding. Ia akan berkoordinasi dengan klubnya terkait masalah denda yang sudah dijatuhkan.
"Saya bersyukur atas putusan ini, tapi saya belum bisa komentar banyak karena belum terima SK-nya," tuturnya.
Pieter dijatuhi hukuman larangan seumur hidup beraktivitas di sepak bola oleh Komdis PSSI karena terbukti bersalah memukul wasit Muhaimin saat melawan Pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/04) lalu.
Pemukulan yang dilakukan Pieter bermula ketika wasit Muhaimin memberikan hukuman penalti kepada Persiwa. Keputusan itu muncul setelah pemain PBR, Nova Arianto, dijatuhkan OK John di kotak terlarang. Karena merasa tekel OK bersih, sejumlah pemain Persiwa memprotes hukuman penalti tersebut. Saat itulah Pieter memukul Muhaimin. Akibatnya, Muhaimin terluka dan luka itu harus dijahit. Ada tiga jahitan besar dan satu jahitan kecil di sisi kiri bibir Muhaimin. [sat-6]
