Nasional

BPOM: Peredaran Obat Palsu Capai 0,4 Persen per Tahun

Editor : Inge Madjid |Kamis , 28 Maret 2013 - 15:25:13 WIB | Dibaca : 944 Kali |

Foto: Ilustrasi

@IRNewscom I Jakarta: BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan bahwa peredaran obat palsu dan ilegal di Indonesia, mencapai 0,4 persen per tahun. Jumlah produk antara yang ilegal dan palsu yang berhasil ditemukan oleh BPOM pun relatif seimbang.

"Trennya kurang lebih seperti itu karena BPOM langsung melakukan pengawasan dan kita terus tekan agar tidak lebih dari persentase tersebut," ujar Reri Indriani, kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM di Jakarta, Kamis (28/03).

Resi juga menjelaskan perbedaan antara produk ilegal dengan produk palsu. Menurutnya produk ilegal yaitu produk yang di negara asalnya memiliki izin edar dan layak untuk dikonsumsi, namun ketika masuk ke Indonesia tidak terdata dan tidak memiliki izin edar dari BPOM.

Sedangkan produk palsu yaitu produk yang diproduksi oleh seseorang atau perusahaan yang tidak memiliki kewenangan. "Jadi produk tersebut menggunakan nomor registrasi milik orang lain," lanjutnya.

Sementara untuk jenis obat yang paling banyak masuk karegori palsu dan ilegal yang beredar di masyarakat yaitu jenis obat penghilang rasa sakit. Hal ini karena kebutuhan masyarakat terhadap obat tersebut tehitung cukup tinggi.

"Masyarakat bila pusing atau demam sedikit, lantas meminum obat penghilang rasa sakit ini. Yang kedua, yaitu jenis obat batuk dan flu karena juga banyak dicari oleh masyarakat," jelasnya.

Karena itu, Resi mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi konsumsi obat jenis ini sehingga peredaran produk palsu dan ilegal pada obat jenis ini dapat diminimalisasi.

"Kalau permintaan akan obat jenis ini berkurang, otomatis supply dan peredaran produk palsu dan ilegalnya pun akan berkurang dengan sendirinya," tandasnya. [sdn-4]



BERITA LAINNYA :