Nusantara

Penerima Raskin di Kota Pariaman Turun

Editor : Hendry Sihaloho |Rabu , 10 April 2013 - 01:35:28 WIB | Dibaca : 648 Kali |

Penerima beras untuk rakyat miskin (raskin) | Ist

@IRNewscom | Sumatera Barat: PENERIMA beras untuk rakyat miskin (raskin) bagi keluarga prasejahtera di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, tahun 2013 mengalami penurunan sekitar 108 rumah tangga sasaran.

"Tahun 2013 penerima raskin tercatat sebanyak 3.314 rumah tangga sasaran, sedangkan tahun 2012 jumlah penerima raskin sebanyak 3.422 RTS," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Pemkot Pariaman, Bakhtiar, di Pariaman, Rabu (10/04).

Menurut dia, pemkot setempat tidak tahu kenapa jumlah penerima raskin di Kota Pariaman tahun 2013 mengalami penurunan mencapai 108 RTS. "Kami menerima data dari Pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2012 untuk penerima raskin di Kota Pariaman," ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Agar tidak terjadi gejolak di kalangan masyarakat, kata Bakhtiar, pihaknya bersama Bulog belum lama ini telah melakukan sosialisasi tentang RTS penerima raskin yang berkurang serta teknis pendistribusian raskin 2013. "Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan harapan bisa memahami kebijakan pengurangan jumlah penerima raskin itu," kata dia.

Dia menjelaskan, Pemkot Pariaman telah menerima raskin untuk masyarakat prasejahtera dari Bulog Sumatera Barat sebanyak 569.520 kg. Raskin yang didistribusikan tersebut sebanyak 596.520 kilogram, masing-masing kepala keluarga boleh membeli sebanyak 15 kg dengan harga Rp1.600 per/kg, ujar dia pula.

Menurut Bakhtiar, program pendistribusian raskin itu sangat strategis dan menjadi program nasional yang dikelola secara lintas sektoral baik vertikal maupun horizontal. "Pemerintah memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan efektivitas program raskin di Kota Padang ini," ujarnya.

Bakhtiar menyatakan, para pemangku kepentingan dalam program raskin di Kota Pariaman perlu meningkatkan keinerja agar penyaluran raskin ke rumah tangga sasaran penerima manfaat lebih efektif. "Pelaksanaan penyaluran raskin benar-benar selektif, dan bantuan itu harus sampai kepada pihak yang seharusnya menerima, dan jangan terjadi penyimpangan," kata dia.

Berkaitan adanya tunggakan hasil penjualan beras (HPB) di Kota Pariaman, menurut Bakhtiar, bukan tunggakan raskin tapi adanya permasalahan pada rekening di bank. "Ada perubahan rekening yang awalnya dari Bank Mandiri, sekarang ini berubah ke rekening di Bank BRI," ujar dia.

Dia menambahkan, pemerintah berjanji bulan ini (April) akan membayarkan kepada pihak Bulog melalui rekening bank BRI. "Uang dari raskin itu telah berada pada masing-masing camat, dan bulan ini akan segera dibayarkan kepada Bulog melalui rekening Bank BRI," katanya. [ant]



BERITA LAINNYA :