Nusantara

Pengungsi Mentawai Masih Merana

Huntap Terkendala Izin Menhut

Editor : |Sabtu , 27 Oktober 2012 - 02:11:55 WIB | Dibaca : 514 Kali |

Hunian Sementara (Huntara) korban gempa Mentawai

@IRNewscom I Mentawai: PENYELESAIAN bencana gempa dan tsunami Mentawai 2010 hingga kini masih saja berkutat pada masalah rehabilitasi dan rekondisi. Korban tsunami yang harusnya sudah direlokasi ke daerah aman, ternyata sampai saat ini masih menghuni hunian sementara (Huntara).

"Harusnya Hunian Tetap (Huntap) sudah selesai dibangun, tapi kenyataannya warga koban masih mendiami Huntara,"ujar Kordinator Manager Pusdalops PB BPBD Sumbar, Ade Edward  di Padang, Jumat (26/10).

Menurut Ade, terkendalanya realisasi Huntap akibat peliknya pengurusan izin alih fungsi hutan di Kementerian Kehutanan.

"Tersendat karena izin pengalihan fungsi hutan belum keluar dari Menhut RI,"sebut Ade.

Ditambahkannya, padahal Presiden SBY sangat peduli pemulihan dan percepatan Mentawai.

"Pak Presiden sejak 2011 lalu telah menyetujui dana percepatan pemulihan Mentawai senilai Rp 1,17 triliun. Kami di Pusdalops bekerja sampai menyelesaian Rencana Percepatan Pembangunan Mentawai Pasca Gempa dan Tsunami, dan Allhamdulillah disetujui Pak Presiden," ujarnya.

Sayangnya, realisasinya hingga kini masih jauh panggang dari api.

"Para korban yang menghuni Huntara semakin hari makin memprihatinkan karena minimnya fasilitas di Huntara, terutama lokasi Huntara di Pagai Selatan,"sebut Ade.

Sementara itu, akademisi STIH Padang, Eri Gusman menyebut, kendala birokrasi di Kemenhut RI seperti membiarkan ratusan jiwa yang hidup di Huntara jauh dari harapan hidup sehat.

"Apa betul hanya terkendala  izin, atau ada maksud lain dibalik molornya pembangunan Huntara itu. Kalau memang ini yang terjadi sangat tidak manusiawi sekali," sebut  Eri.

Dikatakannya, soal izin Menhut, jika Presiden sudah setujui RRPP, tentu seluruh pembantunya menyikapinya sebagai bagian dari tugas.

"Kecuali Menhut bukan bagian dari pembantu presiden, baru sah saja," tandas Eri. [adr-10]



BERITA LAINNYA :