Politik & Keamanan

KPU: Pemantau Pemilu Itu Beda dengan Tugas Bawaslu

Editor : Muslim Ambari |Selasa , 14 Agustus 2012 - 15:52:05 WIB | Dibaca : 924 Kali |

Hadar Nafis Gumay | ist

@IRNewscom | Jakarta: ANGGOTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay menjelaskan bahwa peran pemantau pemilu yang secara resmi dibuka pendaftaran Selasa (14/08) ini berbeda dengan peran yang dimiliki Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu).

Perbedaan tersebut terletak pada Undang-undang yang telah diatur bahwa Banwaslu tak hanya mengawasi setiap laporan yang masuk tapi menyelesaikannya untuk kemudian diteruskan pada pihak penegak hukum terkait.

"Sementara pemantau pemilu tidak demkian. Karena tugasnya hanya mengamati, menganalisa, dan mengeluarkan rekomendasi yang kemudian diberikan kepada pihak berwenang bahkan Bawaslu. Atau diberikan kepada KPU, sehingga KPU bisa merespon dan melaksanakan tahapan selanjutnya," jelas Hadar.

Tim pemantau Pemilu besutan KPU ini nantinya akan bekerjasama dengan Bawaslu dan ada pasalnya yang memberitahukan siapa-siapa saja pemantau itu kepada Bawaslu. "Sehingga, mereka bisa memberi akses sekaligus juga memberikan tagihan laporan," imbuhnya.

Hadar melanjutkan bahwa Pemantau pemilu ini bertujuan untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas dan demokratis.

Senada dengan Hadar, anggota KPU lainnya Sigit Pamungkas juga mengatakan bahwa tahapan pemantauan pemilu 2014 merupakan manajemen baru dalam Pemilu."Ini manajemen baru dalam pemilu kita. Mau tidak mau kita juga dorong profesionalitas tahapan ini," ujarnya.

Menurut Sigit, tim pematau pemilu ini harus dibuat instrumen sehingga bisa berjalan profesional."Ini harus jadi pantauan bersama supaya masing-masing pihak saling memantau. KPU sangat tergantung data dari pemerintah. Itu juga harus dipantau dengan baik," tutup Sigit. [al/6]



BERITA LAINNYA :